Prosedur Panen Buah Kopi yang Benar

Budidaya tanaman kopi bertujuan untuk mendapatkan buah-buah kopi bermutu tinggi. Nantinya buah kopi tersebut diolah sedemikian rupa untuk diambil bagian bijinya saja. Biji kopi merupakan cikal bakal dari bubuk kopi yang biasanya dibuat minuman bernilai mahal.

Secara garis besar tanaman kopi akan mulai menghasilkan buah ketika umurnya 2,5 tahun untuk kopi robusta dan 2,5-3 tahun untuk jenis tanaman kopi arabika. Kebanyakan tanaman kopi yang dibudidayakan di dataran rendah mampu menghasilkan buah lebih cepat daripada tanaman-tanaman yang dipelihara di dataran tinggi. Jumlah buah kopi yang dihasilkan per tanaman terus meningkat seiring bertambahnya umur dan akan mencapai puncaknya pada usia 7-9 tahun.

prosedur-panen-buah-kopi.jpg

Buah Kopi

Buah kopi yang layak dipanen adalah buah-buah yang telah matang. Ciri-cirinya yaitu memiliki kulit berwarna merah merata, aromanya semerbak khas kopi, serta teksturnya tebal dan empuk. Cara memanen buah kopi yang telah matang tersebut ialah dengan dipetik satu per satu lalu dikumpulkan ke dalam karung.

Karena bunga kopi tumbuh tidak serempak, maka panen buah kopi pun dikerjakan secara bertahap. Kopi yang ditanam di lahan basah umumnya bisa dipanen sepanjang tahun. Tetapi kopi yang dipelihara di lahan kering hanya akan berbuah di musim tertentu sehingga pemanenannya pun musiman. Di Indonesia khususnya, musim panen kopi biasanya terjadi sejak bulan Mei/Juni sampai dengan bulan Agustus/September.

Adapun tahap-tahap panen buah kopi adalah sebagai berikut :

  1. Panen awal dilakukan pada bulan Februari/Maret yang bertujuan untuk mengambil buah-buah kopi berkualitas buruk. Tahap ini juga sekaligus bermaksud untuk membasmi bibit hama dan penyakit yang kemungkinan berada di buah kopi. Buah-buah kopi yang telah terkumpul harus langsung direbus dan dijemur sampai mengering sempurna.
  2. Panen raya dilakukan pada bulan Mei/Juni sampai dengan Agustus/September. Panen raya bertujuan untuk mengumpulkan buah-buah kopi yang telah matang dan berkualitas bagus. Frekuensi pemetikan buah kopi yang ideal berkisar antara 10-14 hari. Agar mutunya terjaga, hasil panen perlu disortir terlebih dahulu sebelum diolah.
  3. Panen akhir dilakukan selepas panen raya selesai. Caranya adalah dengan memetik buah-buah kopi yang tersisa di tanaman, baik itu yang berwarna merah maupun hijau. Buah-buah kopi yang berjatuhan di atas tanah juga sebaiknya turut dikumpulkan supaya tidak menjadi sarang hama dan penyakit.

Panen buah kopi harus dikerjakan sesuai dengan prosedur yang tepat. Bukan tidak mungkin pemanenan yang sembarangan dapat menurunkan kualitas biji bahkan merusak tanaman kopi itu sendiri. Buah-buah kopi yang dipetik juga harus sesegera mungkin dibawa ke tempat pengolahan untuk diproses ke tahap berikutnya.

0 Response to "Prosedur Panen Buah Kopi yang Benar"

Posting Komentar