Tahap-tahap Proses Pembuatan Kopi Luwak

Bagaimana proses pembuatan kopi luwak dilaksanakan? Pada dasarnya, istilah kopi luwak merujuk pada kopi yang telah dimakan oleh binatang musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Sistem pencernaan luwak yang sederhana tidak mampu mencerna biji kopi yang notabene memiliki struktur yang keras. Jadilah ketika keluar bersama kotoran luwak, biji kopi tersebut masih dalam kondisi yang utuh tetapi sudah mengalami proses fermentasi secara alami.

Luwak adalah binatang pemakan tumbuh-tumbuhan, termasuk bagian buah dan bunga tanaman. Luwak mempunyai indera penciuman yang sangat tajam sehingga sanggup membedakan mana buah kopi yang telah matang sempurna dan masih setengah masak. Hewan ini hanya mau memakan buah kopi yang kondisinya sudah benar-benar matang. Itulah kenapa, biji kopi dari sisa pencernaan luwak memiliki rasa yang kuat dengan aroma yang harum.

proses-pembuatan-kopi-luwak.jpg

Penasaran bagaimana cara membuat kopi luwak? Mau tahu juga kiat-kiat terkait pembuatan kopi luwak ini? Pelajari panduan selengkapnya dari Kopinian sebagai berikut!

Tahap 1 : Memetik Buah Kopi

Pemetikan buah kopi dilakukan dengan memetik buah-buah yang telah matang secara sempurna. Ciri-cirinya antara lain memiliki kulit berwarna merah tua, teksturnya agak lunak, dan mengeluarkan bau yang semerbak. Seluruh buah kopi yang telah terkumpul tersebut kemudian disortir sekali lagi untuk memisahkan buah mentah yang ikut terpanen. Perlu diketahui, luwak hanya doyan memakan buah kopi yang matang.

Tahap 2 : Memberikan Buah Kopi ke Luwak

Proses pemberian buah kopi kepada luwak sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari menjelang malam. Sedangkan pada siang harinya, Anda bisa memberikan pakan berupa buah-buahan, sayur-mayur, atau makanan pelengkap lain agar luwak tidak merasa bosan. Buah-buah kopi yang akan diberikan kepada luwak sebaiknya ditampung ke dalam suatu wadah yang memungkinkannya tidak mudah berceceran. Jaga suasana di area sekitar kandang luwak supaya tetap tenang dan nyaman.

Tahap 3 : Mengumpulkan Kotoran Luwak

Seperti yang sudah kami singgung di atas, kopi luwak berasal dari sisa pencernaan luwak. Artinya Anda harus mengumpulkan kotoran-kotoran luwak atau yang biasa disebut dengan brenjel. Kelihatan cukup menjijikkan memang. Namun jika Anda menyadari akan potensi nilai jual kopi luwak yang mencapai jutaan rupiah per kilogramnya, tentu Anda bisa menolerirnya kan? Biar tetap aman dan nyaman selama memunguti kotoran luwak, silahkan mengenakan pakaian pelindung seperti sarung tangan dan masker.

Tahap 4 : Membersihkan Biji Kopi

Kotoran-kotoran luwak yang telah terkumpul selanjutnya perlu dibersihkan dengan air mengalir untuk memisahkan biji kopi dari kotoran yang menempel di permukaannya. Pembersihan dilakukan sedemikian rupa dengan membolak-balikkan biji kopi supaya bersih menyeluruh. Ulangi proses pembersihan hingga beberapa kali sampai dipastikan biji kopi tersebut benar-benar bersih. Biji kopi yang telah bersih ini biasanya berwarna kekuning-kuningan dan mengeluarkan wangi yang semerbak.

Tahap 5 : Mengeringkan Biji Kopi

Sebaiknya proses pengeringan biji kopi dilaksanakan dengan memanfaatkan sinar matahari langsung. Sebab biji kopi yang diproses secara alami ini akan memiliki sensasi rasa dan aroma yang khas dan tidak ada duanya. Namun apabila kondisi cuaca sedang buruk dan tidak memungkinkan dilakukan penjemuran, Anda bisa mengeringkannya dengan bantuan mesin pengering khusus.

Kopi luwak biasanya dipasarkan dalam kondisi yang masih berbentuk biji utuh (green beans). Ini dikarenakan citarasa dan aroma kopi dari biji yang masih utuh tidak akan mengalami perubahan. Berbeda halnya dengan kopi bubuk yang seringkali kehilangan sensasi rasa dan aromanya akibat terpapar oleh udara.

0 Response to "Tahap-tahap Proses Pembuatan Kopi Luwak"

Posting Komentar