Teknik Peremajaan Tanaman Kopi

Tujuan utama peremajaan tanaman kopi ialah meningkatkan produktivitasnya. Usia produksi tanaman kopi yang telah diremajakan pun akan menjadi lebih panjang. Dalam setiap tahun, Anda bisa melakukan pemanenan lebih banyak. Kualitas buah kopi yang dipanen juga lebih baik. Selain itu, peremajaan akan membuat pemeliharaan tanaman kopi menjadi semakin mudah.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meremajakan tanaman kopi. Di antaranya yaitu

  1. Pemangkasan

Pemangkasan pada tanaman kopi bertujuan untuk memperoleh cabang baru, membuang cabang tua, serta menghilangkan cabang yang terserang hama/penyakit. Pemangkasan juga akan mempermudah sinar matahari menyinari tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara. Menurut tujuannya ada dua macam pemangkasan yaitu pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan produksi.

Pemangkasan pemeliharaan berguna untuk menjaga kerangka tanaman yang sudah berbentuk bagus dan mengatur pertumbuhan daun produktif. Secara tidak langsung, pemangkasan ini juga akan merangsang pembentukan daun, bunga, dan buah. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan dengan membuang bagian-bagian tanaman kopi yang tidak dikehendaki keberadaannya. Contohnya yaitu cabang yang sakit, ranting yang patah, atau tunas air.

Sementara itu, pemangkasan produksi berfungsi untuk memicu pertumbuhan bunga dan buah kopi. Adapun pelaksanaannya dikerjakan dengan membuang cabang balik yang tidak diperlukan yang biasanya tumbuh di cabang primer. Cabang-cabang tua yang tidak dibutuhkan pun harus dibuang. Kemudian buang pula cabang yang telah terserang hama/penyakit. Pemangkasan produksi sudah mulai dilakukan sewaktu tunas tanaman kopi masih kecil setiap 2-4 minggu sekali.

peremajaan-tanaman-kopi.jpg

  1. Penyambungan

Penyambungan tanaman juga termasuk dalam upaya peremajaan yang bermuara untuk menaikkan kuantitas dan kualitas hasil panen kopi. Pada teknik ini, entres yang dipakai harus berasal dari tanaman kopi lain yang bersifat unggul dan mempunyai produktivitas tinggi. Secara umum, dikenal dua metode penyambungan tanaman kopi yaitu top ent dan tag ent.

Penyambungan dengan cara top ent dilakukan dengan menyambung tunas dari pohon kopi tua yang sudah dipotong. Jadi yang disambung adalah tunas dengan tunas. Cara ini biasanya diaplikasikan pada tunas dari pokok pohon kopi yang benar-benar sudah tua. Sedangkan penyambungan dengan cara tag ent dilakukan dengan menyambung langsung entres pada potongan pohon kopi tua. Penyambungan dikatakan berhasil manakala entres sudah nampak tumbuh sampai hidup.

  1. Pemupukan

Supaya ketersediaan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman kopi dapat terpenuhi dengan baik, perlu dilakukan pemupukan secara berkala. Frekuensi pemberian pupuk yang paling bagus ialah dua kali setahun yakni awal dan akhir musim penghujan. Pemupukan kopi bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, meningkatkan mutu hasil, serta mempertahankan stabilitas produksi tanaman kopi. Sedangkan dosis pupuk yang digunakan perlu disesuaikan dengan usia tanaman.

Usia (tahun) Urea (gr/ph) SP 36 (gr/ph) KCl (gr/ph) Kiesetit (gr/ph)
1 20 25 15 10
2 50 40 40 15
3 75 50 50 25
4 100 50 70 35
5-10 150 80 100 50
>10 200 100 125 70

Tabel Dosis Pemupukan Tanaman Kopi

0 Response to "Teknik Peremajaan Tanaman Kopi"

Posting Komentar